Skip to main content

PELAKSANAAN SISTEM ZONASI PPDB PERLU KOMITMEN TINGGI

Kebijakan Merdeka Belajar diantaranya adalah kebijakan tentang perubahan pelaksanaan sistem Zonasi yang sudah digulirkan oleh Pemerintah melalui Kemdikbud sejak tahun 2020 sepertinya masih menyisahkan berbagai masalah sampai hari ini. 

Berikut beberapa kesenjangan antara Harapan dan Fakta selama pelaksanaan sistem Zonasi pada kegiatan PPDB sekolah:  

1. Pendekatan dan strategi pelaksanaan sistem zonasi PPDB yang digunakan selama ini belum signifikan mampu mencegah praktek-praktek inkonsistensi oleh oknum sekolah dalam menerima calon peserta didik baru. Kendatipun sudah dibuatkan peta wilayah zonasi sekolah, namun faktanya tetap belum ampuh menghilangkan tradisi lama.

2. Awalnya sudah ada kesepakatan bersama tentang aturan penerimaan siswa baru sesuai zonasi masing-masing wilayah, namun ketika ada permintaan dan desakan dari wali murid, aturan pun diabaikan. Dalam hal ini perlu ketegasan dan komitmen serta ada upaya mediasi kepala sekolah bersama wali murid dengan melibatkan pihak Dinas terkait sampai tuntas.

3. Perlu ada laporan evaluasi hasil pelaksanaan PPDB secara berkala setiap tahunnya, yang dihadiri seluruh Kasek dan Pemangku pendidikan supaya lebih transparan. Sehingga terang benderang berapa jumlah siswa baru yang sudah sesuai dan tidak. Minimal bagi oknum sekolah yang melanggar ada sanksi sosialnya.

4. Dalam aturan sudah jelas, bahwa sistem zonasi untuk Jalur Afirmasi (min 15%) tidak diperbolehkan untuk calon peserta didik baru dari luar Zonasi. Tapi faktanya masih ada oknum sekolah yang tetap menerima siswa diluar zonasi. 

5. Adanya sistem zonasi, tentu secara otomatis akan berdampak bagi sekolah terutama sekolah yang terlanjut berlabel  Favorit. Apalagi sekarang setiap Sekolah tidak diperbolehkan mengadakan seleksi siswa baru. Sehingga setelah adanya sistem zonasi ini sekolah lebih multikultural dan populis, tidak hanya menerima dari kalangan siswa tertentu. Faktanya tidak semua sekolah sudah siap menghadapi kemungkinan terburuk yang muncul. Sehingga ada beberapa sekolah yang mengalami culture shock dengan adanya aturan baru sistem zonasi.  Konsekuensinya kerap kali terjadi konflik horisontal.

6. Salah satu sasaran utama daripada sistem zonasi PPDB adalah dalam rangka mengurangi disparitas atau kesenjangan antara sekolah yang satu dengan yang lain. Faktanya, walaupun sebagian besar sekolah sudah banyak menerima bantuan sarana fisik, namun pemerataan mutu dan sarana fisik sekolah masih belum maksimal. 

7. Sasaran lain daripada pelaksanaan sistem zonasi adalah agar penyebaran tenaga guru yang merata dan berkeadilan dapat diwujudkan. Faktanya, masih ada sekolah yang masih kekurangan guru, sementara sebagiannya justru kelebihan guru.  Untuk itu perlu analisis yang komprehensif dari dinas terkait.

8. Masih bermasalahnya sistem zonasi ini antara lain disebabkan adanya tuntutan guru penerima tunjangan sertifikasi untuk mendapatkan 24 JP tatap muka. Sehingga sekolah pun (Kepala Sekolah) termotivasi untuk menerima siswa sebanyak-banyaknya. Sebab jika tidak akan banyak guru sertifikasi yang tidak dibayarkan sertifikasinya. Dan ini akan berdampak pada kinerja guru di sekolah yang bersangkutan. Alternatif lain yang bisa dilakukan agar masalah zonasi ini tuntas, ialah dengan merubah aturan tentang standarisasi jam mengajar guru perminggunya, melainkan dikurangi ,tidak lagi menuntut jam wajib 24 JP tatap muka untuk guru penerima tunjangan sertifikasi.

9. Dalam Permendikbud nomor 1 tahun 2021 tentang pelaksanaan PPDB untuk sistem zonasi jalur Perpindahan Orangtua (maks 5%) secara eksplisit menyebutkan diperuntukkan bagi Anak Guru saja, sementara dalam sekolah juga terdapat pegawai dan Tata Usaha Sekolah. 

Itulah antara lain 9 kesenjangan antara fakta dan harapan dalam pelaksanaan Sistem Zonasi kita, dan perlu menjadi perhatian dan bahan evaluasi bagi kita semua sebagai pemangku pendidikan.

SALAM MERDEKA BELAJAR

Kota Bima, 5 April 2022



Comments

Popular posts from this blog

PIDATO BAHASA BIMA (Padato Nggahi Mbojo) Karya Siswa @ADRIAN PUTRA

  Pidato perayaan 17 Agustus 2022 Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Sawati bu la mada kaso karongga pidato ainai na ake La Mada kaso ma patu wau ta Aina ntanda ni'i ba one wa'ura na'e Kawaraku ai aka na ma da sama bune ake Ntanda mpa dou bune ama ro dua Mori dei ade dunia waraku tani ro neo na Ka na'e mpa sarome ba tanda syukur kai ndai di ruma La mada kaso ma raho bantu aka ita doho kaso ta sara’a na weki Mai ndai ta sama-sama ta rentaku kata merdeka tolu kali Merdekaaaa…!! Merdekaaaa…!! Merdekaaaa…!! Wati wara di renta ba ndai ta ma saramba na, ede du di roi ra wadi ba ndai ta wara na ndai ruma ma na’e ro ma tenggo ro mangau. Ma mbei na ndai ta sara’a tenggo ra wale ara mori ndai di dunia. Ma mbei ja ndai tenggo sarumbu ma taho, di ru’u kai ndaita eda angi ara hidi ma taho ake. Ma ka dua kaina, wati ja nefa ba ndaita shalam ro sholawat ta renta wea ba ndai ta di ru’u nabi Muhammad SAW, ma wau ja ra danda ro tei na ndaita aka ncai ma iha ro rindi ma lao aka n...

Materi Stand UP bahasa Bima Karya siswi Fitriatun Ramdhani

C erita Bahasa Bima Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Sawati bu la mada kaso karongga mada cerita mbojo ma lucu   La Mada kaso ma patu wau ta  Aina ntanda ni'i ba one wa'ura na'e Kawaraku ai aka na ma da sama bune ake Ntanda mpa dou bune ama ro dua Mori dei ade dunia waraku tani ro neo na Ka na'e mpa sarome ba tanda syukur kai ndai di ruma   La mada ma cerita wauta  Wara tolu mbua cerita di karongga ba la mada ta ededu, saramba na, Cerita wunga ngaha fo’o, Kadua kaina cerita pa’e ba niwa, Ma ka tolu kaina cerita ncara weli sabu. Bune aina re, la mada re wara di ne’e ku cerita dei ai nai na ake, ede du cerita Ngaha fo’o labo lenga doho aka sakolah Mada wunga lu’u dei kantin, wara lalo lenga mada ma ouku La cici ku ngarana Sia ke na receku mada ngaha fo’o Nggahi kanari wali ku di mada re Fitriaa, mai ta lao ngaha fo’o Wara ja ku fo’o de ro cici ro (sodi bu mada) Wara wa’a ba nahu ke dua mbua (cambe kai bu la cici) De wara ja wa’amu sia saha ciciro (sodi ...

Makna Implisit "Maja Labo Dahu" sebagai Warisan Budaya Bima

Tidak banyak orang tahu terutama dari kalangan anak-anak dan remaja, bahwa Bima (Dana Mbojo) memiliki warisan budaya yang sangat syarat makna, yakni "Maja Labo Dahu" yang merupakan slogan yang dalam sejarahnya selalu dipegang teguh oleh setiap masyarakat asli Bima dalan kehidupan sehari-hari. Namun sekarang slogan itu secara perlahan mulai ditinggalkan oleh sebahagian masyarakat kita  Dalam slogan tersebut mengandung 2 (dua) kata kunci penting, yakni Maja dan Dahu. Pertama kata Maja, secara harfiah mengandung Maja  berarti Malu. Maknanya adalah bahwa kita sebagai manusia harus malu melakukan segala sesuatu yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Hal ini sesuai dengan perintah agama "Hablumminannas" bahwa kita harus menjalin hubungan baik antar sesama manusia. Kedua kata Dahu, secara harfiah mengandung arti Takut. Dalam Alquran Allah SWT menyerukan agar setiap manusia harus taat dan patuh menjalankan apa saja yang diperintah dan menjauhi segala sesuatu yang di...