Kebijakan Merdeka Belajar yang digulirkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kemdikbud sejak tahun 2020 telah banyak melahirkan program-program transformatif, sebut saja antara lain Program Guru Penggerak, yang diikuti oleh seluruh insan pendidik di tanah air. Tujuan daripada Program Guru Penggerak adalah dalam rangka meningkatkan hasl belajar peserta didik secara holistik, yang diawali dengan meningkatkan SDM dalam hal ini Guru dan Kepala Sekolah untuk mencapai Profil Pelajar Pancasila.
Program Guru Penggerak ini dilakasnakan dengan beberapa metode, yaitu Pendidikan dan Pelatihan, yang dilakasnakan lebih kurang selama 9 bulan. Waktu 9 bulan bisa dikatakan lumayan lama, apalagi dengan intensitas belajar CGP yang cukup padat, belum lagi tugas-tugas LMS yang harus memenuhi target. Namun, ada yang menarik dari Program Guru Penggerak ini, yakni dimana para CGP selama pelaksanaan Program Guru Penggerak dibimbing langsung oleh tiga tenaga ahli, yakni Instruktur, Fasilitator dan Pengajar Praktik (PP). Didamping itu, yang unik lagi ialah para CGP diberikan Modul sebagai panduan mereka dalam mengikuti setiap langkah kegiatan Program Guru Penggerak selama 9 bulan. Panduan tersebut terdiri dari 10 Modul, dan setiap modulnya memiliki fase langkah-langkah pembelajarann, yaitu fase MERRDEKA (Mulai dari diri, Eksplorasi konsep, Ruang kolaborasi, Refleksi terbimbing, Demontrasi Kontekstual, Elaborasi pemahaman, Koneksi antar materi, Aksi nyata).
Menurut kami, langkah kegiatan pembelajaran sebagaimana yang diterapkan dalam Program Guru Penggerak tersebut sangat efektif dan sangat cocok jika diterapkan oleh guru dalam proses pembelajaran dalam kelas. Kalau dulu kita mengenal dengan istilah Scientific Approach atau Pendekatan Saintifik. Kenapa tidak untuk kurikulum yang baru ini, yakni kurikulum Merdeka Belajar, kita menerapkan pendektaan yang berbeda yakni pendekatan MERRDEKA. Menurut hemat saya konsep ini sangat transformatif. Kebetulan kami saat ini sedang dalam proses sebagai Pendamping (PP) pada Program Guru Penggerak angkatan 3 Program Guru Penggerak, jadi, kami paham betul alur kegiatan pembelajaran setiap modulnya saat proses pendampingan dan bimbingan terhadap CGP (Calon Guru Penggerak). Secara esensial, fase pembelajaran MERRDEKA yang diterapkan pada Porgram Guru Penggerak ini sama saja dengan proses pembelajaran sebagaimana KBM dalam kelas. Bahkan alur pembelajaran dengan konsep MERRDEKA ini lebih terarah, terstruktur dan efektif. Hanya saja mungkin perlu dilakukan penyederhanaan dan penyesuaian dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Bagaimana sih konsep kedelapan fase pembelajaran MERRDEKA dalam Program Guru Penggerak ini, kita bisa membaca langsung Modulnya (Rafael Petrus S.
Refleksi
Filosofis Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara: 2020).
Kota Bima, 12 April 2022
Fris Wahyuddin, S.Pd.M.Si (KSP)
Narasi ini menunjukkan kualifikasi penulis yang sangat berbeda,karena kemampuan memadukan beberapa gagasan menjadi aksi nyata. Salut dengan semua capaian terus tergapai.
ReplyDeleteNarasi ini menggambarkan kualifikasi penulis yang memang telah membaur kuat sebagai pelaku dan pengendali program Sekolah Penggerak. Menggabungkan beberapa gagasan menjadi aksi nyata tidaklah semudah yang orang bayangkan. Tapi FW membuktikannya. Salut dengan semau capaian capaian yang sudah dalam gemggaman. Semoga amanah dan terus berkiprah. Itulah sejatinya pribadi yang merdeka. Mewujudkan gagasan menjadi sesuatu yang nyata. Salut. Karna tidak banyak orang yang bisa.
ReplyDeleteTerimakasih pak atas support nya 🙏
Delete