Skip to main content

APAKAH KURIKULUM PERLU BERUBAH?

Kurikulum harus berubah seiring berjalannya waktu, jika tidak maka kita sendiri yang akan tergerus oleh waktu. Dalam dunia pendidikan adanya kurikulum sangatlah penting. Arah dan tujuan pendidikan diatur di dalam kurikulum sehingga dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran guru akan berpatokan pada kurikulum yang dipakai di satuan pendidikannya. Lalu apa peran Kurikulum? Peran Kurikulum adalah sebagai pedoman dan acuan dalam pembelajaran untuk memandu dalam proses belajar peserta didik.

Kata orang "ganti Menteri ganti Kurikulum." Itulah yang terjadi selama ini, tapi itu dulu. Kurikulum yang sekarang yakni Kurikulum Merdeka adalah bukan kurikulum baru, melainkan penyempurnaan daripada kurikulum sebelumnya yaitu K13 dan K13 yang disederhanakan. Namun pihak sekolah tetap diberikan keleluasaan untuk memilih salahsatunya. Hal ini tergantung sungguh pada kesiapan sekolah masing-masing. Kurikulum Merdeka yang baru diluncurkan oleh Kemdikbud ini lebih fleksibel dan lebih berpihak kepada murid dalam rangka pemulihan pembelajaran (Baca Kepmendikbudristek No. 56 Tahun 2022 dan Kepmendikbudristek 371/M/2021). 

Mencakup 2 (dua) program utama dalam muatan Kurikulum Merdeka, yaitu Program Intrakurikuler dan Proyek Penguatan Pelajar Pancasila. Menariknya Kurikulum Merdeka ini adalah adanya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.  

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), namun berbeda dengan pembelajaran berbasis proyek dalam program intrakurikuler di dalam kelas.

Terdapat 7 (Tujuh) tema utama dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, yakni Perubahan Iklim Global, Kearifan Lokal, Bhinneka Tunggal Ika, Bangunlah Jiwa Dan Raganya, Suara Demokrasi, Berekayasa Dan Berteknologi untuk Membangun NKRI, Kewirausahaan.

Mari kita simak! Perubahan apa saja sih yang ada dalam Kurikulum Merdeka untuk Satuan Pendidikan maupun untuk Program Sekolah Penggerak?

Perubahan Pertama, penggabungan mata pelajaran IPA dan IPS menjadi mata pelajaran IPAS  (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) pada Sekolah Dasar. Tujuannya supaya dapat memberikan pemahaman yang sama pada anak bahwa lingkungan alam dan sosial itu bukan sesuatu yang berdiri sendiri, keduanya sangat erat kaitannya dalam kehidupan sehari-hari.

Perubahan Kedua, pada setiap awal semester, tepatnya di bulan ketiga, ada yang namanya Pembelajaran Berbasis Proyek untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila yang dilaksanakan minimal 2 kali dalam satu tahun ajaran. Dan kegiatan tersebut (Kordinator) setara dengan pembelajaran tatap muka dalam kelas yang dihitung 6 jam per minggu, dengan alokasi waktu 2 JP per kelas untuk maksimal 3 rombongan belajar.

Perubahan Ketiga,  semua mata pelajaran utama berkurang 1 JP, kecuali mata pelajaran informatika, namun tetap dihitung normal dalam satu tahunnya.

Perubahan keempat, lebih fleksibel, dimana pemenuhan alokasi waktu setiap mata pelajarannya tidak harus tuntas dalam per minggunya tetapi akumulasi satu tahun berjalan. Semuanya tergantung pihak sekolah untuk menentukan mata pelajaran mana yang menjadi prioritas. 

Perubahan Kelima, semua guru mata pelajaran IPA di SMP tidak hanya dapat mengajar mata pelajaran Prakarya untuk tunjangan sertifikasi guru, tetapi juga dapat mengambil mata pelajaran Informatika dengan ekuivalen 2JP.  

Perubahan Keenam, dalam Kurikulum Merdeka tidak lagi ada KI dan KD seperti dalam K13, tetapi sudah terintegrasi dalam CP (Capaian Pembelajaran). 

Perubahan Ketujuh, dalam Kurikulum Merdeka, perangkat pembelajaran seperti Silabus, RPP, CP dan lain-lain sudah tidak lagi dibuat tersendiri melainkan terintegrasi dalam satu perangkat induk yakni Modul Belajar.

Jadi, perubahan Kurikulum itu adalah sebuah keniscayaan. Kurikulum itu harus disesuaikan dengan perkembangan zaman. Dan Kurikulum Merdeka adalah salah satu solusi dalam rangka mencapai visi pendidikan di Indonesia.

Penulis: Fris Wahyuddin

SMPN 14 Kota Bima

Kota Bima, 4 April 2023


Comments

Popular posts from this blog

PIDATO BAHASA BIMA (Padato Nggahi Mbojo) Karya Siswa @ADRIAN PUTRA

  Pidato perayaan 17 Agustus 2022 Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Sawati bu la mada kaso karongga pidato ainai na ake La Mada kaso ma patu wau ta Aina ntanda ni'i ba one wa'ura na'e Kawaraku ai aka na ma da sama bune ake Ntanda mpa dou bune ama ro dua Mori dei ade dunia waraku tani ro neo na Ka na'e mpa sarome ba tanda syukur kai ndai di ruma La mada kaso ma raho bantu aka ita doho kaso ta sara’a na weki Mai ndai ta sama-sama ta rentaku kata merdeka tolu kali Merdekaaaa…!! Merdekaaaa…!! Merdekaaaa…!! Wati wara di renta ba ndai ta ma saramba na, ede du di roi ra wadi ba ndai ta wara na ndai ruma ma na’e ro ma tenggo ro mangau. Ma mbei na ndai ta sara’a tenggo ra wale ara mori ndai di dunia. Ma mbei ja ndai tenggo sarumbu ma taho, di ru’u kai ndaita eda angi ara hidi ma taho ake. Ma ka dua kaina, wati ja nefa ba ndaita shalam ro sholawat ta renta wea ba ndai ta di ru’u nabi Muhammad SAW, ma wau ja ra danda ro tei na ndaita aka ncai ma iha ro rindi ma lao aka n...

Materi Stand UP bahasa Bima Karya siswi Fitriatun Ramdhani

C erita Bahasa Bima Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Sawati bu la mada kaso karongga mada cerita mbojo ma lucu   La Mada kaso ma patu wau ta  Aina ntanda ni'i ba one wa'ura na'e Kawaraku ai aka na ma da sama bune ake Ntanda mpa dou bune ama ro dua Mori dei ade dunia waraku tani ro neo na Ka na'e mpa sarome ba tanda syukur kai ndai di ruma   La mada ma cerita wauta  Wara tolu mbua cerita di karongga ba la mada ta ededu, saramba na, Cerita wunga ngaha fo’o, Kadua kaina cerita pa’e ba niwa, Ma ka tolu kaina cerita ncara weli sabu. Bune aina re, la mada re wara di ne’e ku cerita dei ai nai na ake, ede du cerita Ngaha fo’o labo lenga doho aka sakolah Mada wunga lu’u dei kantin, wara lalo lenga mada ma ouku La cici ku ngarana Sia ke na receku mada ngaha fo’o Nggahi kanari wali ku di mada re Fitriaa, mai ta lao ngaha fo’o Wara ja ku fo’o de ro cici ro (sodi bu mada) Wara wa’a ba nahu ke dua mbua (cambe kai bu la cici) De wara ja wa’amu sia saha ciciro (sodi ...

Makna Implisit "Maja Labo Dahu" sebagai Warisan Budaya Bima

Tidak banyak orang tahu terutama dari kalangan anak-anak dan remaja, bahwa Bima (Dana Mbojo) memiliki warisan budaya yang sangat syarat makna, yakni "Maja Labo Dahu" yang merupakan slogan yang dalam sejarahnya selalu dipegang teguh oleh setiap masyarakat asli Bima dalan kehidupan sehari-hari. Namun sekarang slogan itu secara perlahan mulai ditinggalkan oleh sebahagian masyarakat kita  Dalam slogan tersebut mengandung 2 (dua) kata kunci penting, yakni Maja dan Dahu. Pertama kata Maja, secara harfiah mengandung Maja  berarti Malu. Maknanya adalah bahwa kita sebagai manusia harus malu melakukan segala sesuatu yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Hal ini sesuai dengan perintah agama "Hablumminannas" bahwa kita harus menjalin hubungan baik antar sesama manusia. Kedua kata Dahu, secara harfiah mengandung arti Takut. Dalam Alquran Allah SWT menyerukan agar setiap manusia harus taat dan patuh menjalankan apa saja yang diperintah dan menjauhi segala sesuatu yang di...