Skip to main content

PEMBELAJARAN BERBASIS HOTS TERINTEGRASI DENGAN KARAKTER DAN LITERASI BERBANTUAN “MEDIA BOBO” PADA MATERI PROCEDURE TEXT MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS (Praktik Baik)

Proses pembelajaran yang dilaksanakan guru di dalam kelas kadang-kadang membuat guru kaku terutama dalam memilih satu atau metode pembelajaran, dan mengaplikasikannya dalam proses pembelajaran. Pada kenyataannya pendidikan telah dilaksanakan semenjak adanya manusia, hakikatnya pendidikan merupakan serangkaian peristiwa yang kompleks yang melibatkan beberapa komponen antara lain: tujuan, murid, pendidik, isi atau bahan, cara atau metode dan situasi/lingkungan. Hubungan keenam faktor tersebut berkait satu sama lain dan saling berhubungan dalam suatu aktifitas satu pendidikan.

Keadaan siswa SMP dengan sistem menerapakan K13 dan menuntut siswa untuk lebih aktif dalam hal ini yang berkaitan dengan mata pelajaran Bahasa Inggris, lebih tepatnya dalam materi teks khusus yaitu Procedure Text. Namun yang terjadi masih banyak guru yang mengalami kesulitan dalam menggunakan model pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. Karena guru dituntut untuk mengejar target materi yang cukup banyak dan harus diselesaikan pada setiap semester.

Bahasa Inggris merupakan alat untuk berkomunikasi secara lisan dan tulis. Berkomunikasi adalah memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya. Kemampuan berkomunikasi adalah kemampuan memahami dan menghasilkan teks lisan dan tulis yang direalisasikan dalam empat ketrampilan berbahasa, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Keempat ketrampilan inilah yang digunakan untuk menanggapi atau menciptakan wacana dalam kehidupan bermasyarakat. Berdasarkan pengamatan awal, dari keempat ketrampilan berbahasa di atas, pembelajaran keterampilan menulis (writing) ternyata kurang dapat dipahami oleh siswa, dalam hal ini memahami teks prosedur (Procedure Text). Langkah-langkah dalam prosedur dapat disajikan dalam berbagai macam bentuk teks. Adakalanya, teks prosedur kompleks disajikan dalam bentuk uraian narasi, namun ada juga penyajian dalam bentuk lain, misal hanya berbentuk bagan ataupun penjelasan singkat.

Teks prosedur adalah teks yang memberikan petunjuk untuk melakukan atau menggunakan sesuatu dengan langkah-langkah yang urut. Adapun tujuan teks prosedur adalah untuk menjelaskan bagaimana sesuatu dibuat atau dilakukan dengan langkah-langkah yang berurutan. Bentuk teks prosedur dapat dibedakan bedasarkan jenisnya, yaitu (1) himbauan atau larangan, misalnya larangan membuang sampah, (2) petunjuk, misalnya petunjuk penggunaan suatu barang, (3) Peraturan, misalnya peraturan berlalu lintas, peraturan waktu berkunjung, (4) pedoman, misalnya pedoman penulisan karya ilmiah, dan (5) undang-undang, misalnya undang-undang tentang penyalahgunaan narkoba, undang-undang pendidikan (Prihartini 2014:115).

Procedure text atau teks prosedur adalah teks yang berisi prosedur, proses, cara, atau langkah-langkah dalam membuat/melakukan (mengoperasikan) sesuatu. Ciri-ciri teks prosedur meliputi: (1) struktur umum (generic structure) terdiri dari coal/aim (tujuan dan maksud isi teks), material/tool (bahan atau alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat atau melakukan sesuatu), steps/procedure (langkah-langkah atau prosedur dalam melakukan/ membuat sesuatu); (2) grammatical features umumnya tenses “simple present”; sering memakai kalimat perintah (imperative/orders), kata-kata urutan (sequences) (dalam Ratna Hikmawati, 2015). Di bawah ini adalah implementasi media Bobo dalam kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan.

1.      Kegiatan Awal

2. Kegiatan Inti

Pada kegiatan inti tindakan kelas mencakup lima langkah pembelajaran sebagaimana yang diatur dalam kurikulum 2013 yaitu: Observing (Mengamati), Questioning (Menanya), Associating (Menalar), Experimenting (Mencoba) dan Networking (Mengomunikasikan). Di bawah ini penjelasan tentang langkah-langkah kegiatan tindakan kelas dalam proses pembelajaran.

a.  Observing (Mengamati) dan Questioning (Menanya).

Untuk mengingatkan kembali pengetahuan dasar siswa, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan oleh guru:

·      Guru membagi pengalaman dengan siswa terkait contoh-contoh teks prosedur yang dekat dengan keseharian siswa.

·      Guru memancing pertanyaan-pertanyaan terkait teks prosedur berbentuk resep dan manual pendek dan sederhana.

b. Associating (Menalar)

Pada tahap Menalar (associating) guru dan siswa melakukan beberapa kegiatan pembelajaran sebagai berikut:                    

Kegiatan pertama, Guru membagikan Modul Pembelajaran tentang Procedure Text kepada semua siswa. Modul pembelajaran ini dibagikan agar siswa tidak perlu lagi mencatat selama penjelasan oleh guru di depan. Setelah itu, selanjutnya guru membagikan dan memberi gambaran contoh teks prosedur yang lain sebagai model, seperti teks yang ada pada kemasan makanan ataupun produk lainnya. Namun sebelumnya guru juga perlu mengkondisikan siswa agar mereka lebih akrab dengan media yang akan digunakan dalam proses belajar.

Kegiatan kedua, guru menjelaskan kompetensi apa yang akan diajarkan kepada siswa, lalu masuk pada tahap pembelajarannya. Setelah itu guru memilih beebrapa siswa saja sebagai contoh untuk memperagakan media di depan berdasarkan instruksi dari guru dalam bentuk permainan atau quis, dengan sub materi “Menyebutkan serangkaian langkah kerja secara urut dan runtut untuk mencapai tujuan dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.” Setelah semua siswa memahami petunjuk atau aturan dalam permainan atau game baru masuk pada langkah mencoba atau melakukan (experimenting).

c. Experimenting (Mencoba).

            Berikut urutan kegiatan untuk masing-masing sub materi dalam pembelajaran: pertama. Permainan Menyusun Gambar Acak dengan Waktu. Kedua, Permainan Menyusun Gambar Acak Tanpa Waktu. Ketiga, Permainan Missing Picture atau mengidentifikasi Gambar yang Hilang. Setelah itu dilanjtkan dengan tahap Akhir yaitu penilaian dan evaluasi. Berikut gambaran tahapan aktivitas dalam kelas.

Pembelajaran abad 21 secara sederhana diartikan sebagai pembelajaran yang memberikan kecakapan abad 2l kepada peserta didik, yaiu 4C. Kemampuan yang perlu dicapai siswa bukan hanya LOTS (Lower Order Thinking Skills) yaitu C1 (mengetahui) dan C-2 (memahami), MOTS (Middle Order Thinking Skills) yaitu C3 (mengaplikasikan) dan C-4 (mengalisis), tetapi juga harus ada peningkatan sampai HOTS (Higher Order Thinking Skills), yaitu C-5 (mengevaluasi), dan C-6 (mengkreasi).Penerapan pendekatan saintifik, pembelajaran abad 2l (4C), HOTS, dan integrasi literasi dan PPK dalam pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dalanrangka menjawab tantangan, baik tantangan internal dalam rangka mencapai 8 (delapan) SNP dan tantangan eksternal, yaitu globalisasi.Melalui berbagai pelatihan atau bimbingan teknis (bimtek) K-l3 yang telah dilakukan selama ini diharapkan mampu mengubah paradigma guru, juga meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran. Pendekatan saintifrk, pembelajaran abad 2l (4C), HOTS, integrasi literasi dan PPK, dan pembelajaran kontekstual sebenarnya bukan hal yang baru bagi guru. Secara sadar ataupun tidak sebenarnya sudah hal tersebut dilakukan, hanya dalam K-13 lebih ditegaskan lagi untuk dilaksanakan pada PBM, dan hasilnya dilakukan melalui penilaian otentik yang mampu mengukur ketercapaian kompetensi siswa.

Berdasarkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan tentang desain pembelajaran (RPP) yang telah dikembangkan maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model Discovery Learning berbasis HOT berbantuan Media Bobo dalam Best Practice ini  telah memberikan perubahan dan peningkatan yang sangat signifikan dalam proses KBM siswa, baik dari segi Aktivitasnya maupun Hasil belajarnya.


Comments

Popular posts from this blog

PIDATO BAHASA BIMA (Padato Nggahi Mbojo) Karya Siswa @ADRIAN PUTRA

  Pidato perayaan 17 Agustus 2022 Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Sawati bu la mada kaso karongga pidato ainai na ake La Mada kaso ma patu wau ta Aina ntanda ni'i ba one wa'ura na'e Kawaraku ai aka na ma da sama bune ake Ntanda mpa dou bune ama ro dua Mori dei ade dunia waraku tani ro neo na Ka na'e mpa sarome ba tanda syukur kai ndai di ruma La mada kaso ma raho bantu aka ita doho kaso ta sara’a na weki Mai ndai ta sama-sama ta rentaku kata merdeka tolu kali Merdekaaaa…!! Merdekaaaa…!! Merdekaaaa…!! Wati wara di renta ba ndai ta ma saramba na, ede du di roi ra wadi ba ndai ta wara na ndai ruma ma na’e ro ma tenggo ro mangau. Ma mbei na ndai ta sara’a tenggo ra wale ara mori ndai di dunia. Ma mbei ja ndai tenggo sarumbu ma taho, di ru’u kai ndaita eda angi ara hidi ma taho ake. Ma ka dua kaina, wati ja nefa ba ndaita shalam ro sholawat ta renta wea ba ndai ta di ru’u nabi Muhammad SAW, ma wau ja ra danda ro tei na ndaita aka ncai ma iha ro rindi ma lao aka n...

Materi Stand UP bahasa Bima Karya siswi Fitriatun Ramdhani

C erita Bahasa Bima Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Sawati bu la mada kaso karongga mada cerita mbojo ma lucu   La Mada kaso ma patu wau ta  Aina ntanda ni'i ba one wa'ura na'e Kawaraku ai aka na ma da sama bune ake Ntanda mpa dou bune ama ro dua Mori dei ade dunia waraku tani ro neo na Ka na'e mpa sarome ba tanda syukur kai ndai di ruma   La mada ma cerita wauta  Wara tolu mbua cerita di karongga ba la mada ta ededu, saramba na, Cerita wunga ngaha fo’o, Kadua kaina cerita pa’e ba niwa, Ma ka tolu kaina cerita ncara weli sabu. Bune aina re, la mada re wara di ne’e ku cerita dei ai nai na ake, ede du cerita Ngaha fo’o labo lenga doho aka sakolah Mada wunga lu’u dei kantin, wara lalo lenga mada ma ouku La cici ku ngarana Sia ke na receku mada ngaha fo’o Nggahi kanari wali ku di mada re Fitriaa, mai ta lao ngaha fo’o Wara ja ku fo’o de ro cici ro (sodi bu mada) Wara wa’a ba nahu ke dua mbua (cambe kai bu la cici) De wara ja wa’amu sia saha ciciro (sodi ...

Makna Implisit "Maja Labo Dahu" sebagai Warisan Budaya Bima

Tidak banyak orang tahu terutama dari kalangan anak-anak dan remaja, bahwa Bima (Dana Mbojo) memiliki warisan budaya yang sangat syarat makna, yakni "Maja Labo Dahu" yang merupakan slogan yang dalam sejarahnya selalu dipegang teguh oleh setiap masyarakat asli Bima dalan kehidupan sehari-hari. Namun sekarang slogan itu secara perlahan mulai ditinggalkan oleh sebahagian masyarakat kita  Dalam slogan tersebut mengandung 2 (dua) kata kunci penting, yakni Maja dan Dahu. Pertama kata Maja, secara harfiah mengandung Maja  berarti Malu. Maknanya adalah bahwa kita sebagai manusia harus malu melakukan segala sesuatu yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Hal ini sesuai dengan perintah agama "Hablumminannas" bahwa kita harus menjalin hubungan baik antar sesama manusia. Kedua kata Dahu, secara harfiah mengandung arti Takut. Dalam Alquran Allah SWT menyerukan agar setiap manusia harus taat dan patuh menjalankan apa saja yang diperintah dan menjauhi segala sesuatu yang di...