Skip to main content

MEWUJUDKAN TATA KELOLA SEKOLAH YANG BAIK, TRANSPARAN DAN AKUNTABEL

Salah satu kunci keberhasilan program pengembangan karakter di sekolah adalah keteladanan dari seluruh warga sekolah. Tata kelola sekolah yang baik, transparan dan akuntabel merupakan cerminan pendidikan yang berkarakter. Keteladanan bukan sekedar menjadi contoh bagi siswa, melainkan juga sebagai penguat moral bagi siswa dalam berprilaku. Oleh karena itu, semua warga sekolah terutama kepala sekolah harus memilki kemampuan mewujudkan tata kelola sekolah yang baik, transparan dan akuntabel. Sehingga pelayanan pendidikan di sekolah semakin berkualitas. Jika tata kelola sekolah baik, maka kualitas pendidikan di sekolah pun akan baik.Grindle (1980:7) dalam bukunya Politics and Policy Implementation in the Third World, berpendapat “Its success or failure can be evaluated in terms of the capacity actually to deliver programs as designed. In turn, overall policy implementation can be evaluated by measuring programs outcomes against policy goals.” 

Pada intinya menurut Grindle, berhasil tidaknya sebuah kebijakan atau program, sangat ditentukan oleh pelaksananya di lapangan. Sebaliknya, keberhasilan sebuah implementasi hanya dapat diukur berdasarkan dampak positif yang ditimbulkan.Kaitannya dengan masalah pelayanan pendidikan di atas, pihak sekolah dalam hal ini kepala sekolah, guru, siswa dan komite sekolah, menjadi eksekutor terakhir terlaksananya program-program sekolah yang digulirkan oleh Pemerintah. Program sekolah seperti BOS Reguler, BOS Kinerja dan PIP adalah program bantuan langsung oleh Pemerintah dalam rangka meningkatkan pelayanan pendidikan di sekolah. Apabila program-program tersebut dilaksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab, maka sasaran daripada program tersebut akan dapat dicapai. Lanjut Grindle dalam teori implementasinya, bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap terlaksananya sebuah kebijakan atau program adalah faktor eksternal atau lingkungan, yaitu 1. Power, interests, strategies of actors involved. 2. Institution and rezime characteristic. 3. Compliance and responsiveness, (Grindle, 1980:11). Dari ketiga faktor di atas, kepala sekolah menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam menjalankan program-program sekolah. Oleh karenanya kepala sekolah tidak boleh tidak harus diangkat atas dasar kompetensinya bukan karena kepentingan politik semata. Jika tidak ada kedekatan dengan pejabat maka tidak diangkat jadi kepala sekolah. Padahal sekolah akan baik jika dipimpin oleh kepala sekolah yang berkompeten, memiliki integritas dan memilki visi kedepan. 

Sekolah akan baik apabila seluruh elemen yang ada mampu memberikan pelayanan pendidikan yang maksimal kepada warga sekolahnya termasuk lingkungan sekitarnya. Rendahnya kompetensi kepala sekolah, pemanfaatan sumber dana yang tidak transparan dan akuntabel dapat menjadi pemicu menurunnya kualitas pendidikan yang ada di sekolah itu sendiri. Sehingga diperlukan tidak hanya keinginan dan niat baik dari kepala sekolanya saja, tapi diperlukan tindakan nyata dari semua warga sekolah untuk mewujudkannya, termasuk unsur guru, pegawai, siswa dan komite sekolah. Saat ini masalah yang sedang disorot publik adalah masalah rendahnya kualitas dan mutu guru. Karena mengingat peran guru sangat diharapkan keikutsertaannya untuk kemajuan sebuah pendidikan. Untuk itu, pembinaan kompetensi seorang guru perlu menjadi perhatian khusus oleh kita semua. Kendatipun Pemerintah sudah banyak memberikan berbagai bantuan ke sekolah-sekolah, sebut saja tunjangan profesi guru atau sertifikasi. 

Harapannya, dengan adanya program sertifikasi akan menjawab permasalahan guru. Namun pada kenyataannya masih jauh dari yang diharapkan. Tunjangan profesi yang diperoleh guru sepertinya tidak berbanding lurus dengan peningkatan kualitas dan kompetensi gurunya. Hal tersebut menjadi problem terbesar yang dihadapi oleh dunia pendidikan kita, khususnya di daerah. Artinya ada yang salah dengan pendidikan kita. Oleh karenya, rendahnya kualitas pendidikan di tanah air mau tidak mau haruslah dilihat dari perspektif yang berbeda, tidak sekedar mengklaim karena rendahnya kompetensi guru saja. Bagaimanakah mewujudkan sekolah yang baik, transparan dan akuntabel? selanjutnya akan dikupas secara tajam dalam artikel ini.

Comments

Popular posts from this blog

PIDATO BAHASA BIMA (Padato Nggahi Mbojo) Karya Siswa @ADRIAN PUTRA

  Pidato perayaan 17 Agustus 2022 Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Sawati bu la mada kaso karongga pidato ainai na ake La Mada kaso ma patu wau ta Aina ntanda ni'i ba one wa'ura na'e Kawaraku ai aka na ma da sama bune ake Ntanda mpa dou bune ama ro dua Mori dei ade dunia waraku tani ro neo na Ka na'e mpa sarome ba tanda syukur kai ndai di ruma La mada kaso ma raho bantu aka ita doho kaso ta sara’a na weki Mai ndai ta sama-sama ta rentaku kata merdeka tolu kali Merdekaaaa…!! Merdekaaaa…!! Merdekaaaa…!! Wati wara di renta ba ndai ta ma saramba na, ede du di roi ra wadi ba ndai ta wara na ndai ruma ma na’e ro ma tenggo ro mangau. Ma mbei na ndai ta sara’a tenggo ra wale ara mori ndai di dunia. Ma mbei ja ndai tenggo sarumbu ma taho, di ru’u kai ndaita eda angi ara hidi ma taho ake. Ma ka dua kaina, wati ja nefa ba ndaita shalam ro sholawat ta renta wea ba ndai ta di ru’u nabi Muhammad SAW, ma wau ja ra danda ro tei na ndaita aka ncai ma iha ro rindi ma lao aka n...

Materi Stand UP bahasa Bima Karya siswi Fitriatun Ramdhani

C erita Bahasa Bima Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Sawati bu la mada kaso karongga mada cerita mbojo ma lucu   La Mada kaso ma patu wau ta  Aina ntanda ni'i ba one wa'ura na'e Kawaraku ai aka na ma da sama bune ake Ntanda mpa dou bune ama ro dua Mori dei ade dunia waraku tani ro neo na Ka na'e mpa sarome ba tanda syukur kai ndai di ruma   La mada ma cerita wauta  Wara tolu mbua cerita di karongga ba la mada ta ededu, saramba na, Cerita wunga ngaha fo’o, Kadua kaina cerita pa’e ba niwa, Ma ka tolu kaina cerita ncara weli sabu. Bune aina re, la mada re wara di ne’e ku cerita dei ai nai na ake, ede du cerita Ngaha fo’o labo lenga doho aka sakolah Mada wunga lu’u dei kantin, wara lalo lenga mada ma ouku La cici ku ngarana Sia ke na receku mada ngaha fo’o Nggahi kanari wali ku di mada re Fitriaa, mai ta lao ngaha fo’o Wara ja ku fo’o de ro cici ro (sodi bu mada) Wara wa’a ba nahu ke dua mbua (cambe kai bu la cici) De wara ja wa’amu sia saha ciciro (sodi ...

Makna Implisit "Maja Labo Dahu" sebagai Warisan Budaya Bima

Tidak banyak orang tahu terutama dari kalangan anak-anak dan remaja, bahwa Bima (Dana Mbojo) memiliki warisan budaya yang sangat syarat makna, yakni "Maja Labo Dahu" yang merupakan slogan yang dalam sejarahnya selalu dipegang teguh oleh setiap masyarakat asli Bima dalan kehidupan sehari-hari. Namun sekarang slogan itu secara perlahan mulai ditinggalkan oleh sebahagian masyarakat kita  Dalam slogan tersebut mengandung 2 (dua) kata kunci penting, yakni Maja dan Dahu. Pertama kata Maja, secara harfiah mengandung Maja  berarti Malu. Maknanya adalah bahwa kita sebagai manusia harus malu melakukan segala sesuatu yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Hal ini sesuai dengan perintah agama "Hablumminannas" bahwa kita harus menjalin hubungan baik antar sesama manusia. Kedua kata Dahu, secara harfiah mengandung arti Takut. Dalam Alquran Allah SWT menyerukan agar setiap manusia harus taat dan patuh menjalankan apa saja yang diperintah dan menjauhi segala sesuatu yang di...